Tampilkan postingan dengan label Ternak Kuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ternak Kuda. Tampilkan semua postingan

22 Agustus 2016

10 Kuda Termahal di Dunia

10. Kuda Plavius: $ 9,2 juta

(www.richestlifestyle.com)

Kuda Plavius dibeli oleh Godolphin Racing pada tahun 2006 dan dimiliki oleh Wakil Presiden Uni Emirat Arab. Prestasi yang pernah dicapai oleh kuda Plavius yaitu mengikuti 18 balapan, 2 kali menang, 3 kali menempati urutan 3 dan telah menerima total hadiah $ 41.572. Kuda Plavius berasal dari pejantan Danzig dan betina Sharp Minister. Kedua tetua ini adalah jenis kuda Thoroughbred.

9. Kuda Jalil: $ 9,7 juta

(www.ownerbreeder.co.uk)

Kuda Jalil merupakan keturunan dari pejantan Storm Cat dan betina Tranquility Lake. Kedua tetua ini adalah jenis kuda Thoroughbred. Kuda Jalil dibeli oleh Godolphin Racing pada tahun 2006. Prestasi kuda Jalil mulai pada balapan yang diikuti pada umur 2 tahun. Kuda Jalil sempat beberapa kali menang sebelum akhirnya pensiun. Kuda Jalil berhasil menang dalam Maktoum Challenge Stakes, dan mengakhiri karirnya dengan pendapatan sebesar $ 327.324.

8. Kuda Snaafi Dancer: $ 10,2 juta

(www.alux.com)

Kuda Snaafi Dancer memiliki darah Thoroughbred. Kuda Snaafi Dancer merupakan anak dari pejantan Northern Dancer dan betina My Bupers. Kedua tetua ini adalah jenis kuda Thoroughbred.
Kuda Snaafi Dancer terjual dalam lelang dan dibeli oleh Aston Upthorpe Stud, sebuah perusahaan peternakan milik Emir Dubai. Oleh karena memilih darah Thoroughbred, kuda ini dinilai sebagai kuda pacu yang sangat baik. Sayangnya, kemampuan balap kuda Snaafi Dancer lebih lambat dari yang diprediksi sebelumnya.

7. Kuda Meydan City: $ 11,7 juta

(www.thenational.ae)

Kuda Meydan City merupakan anak dari pejantan Kingmambo dan betina Crown Of Crimson. Kedua tetua ini berasal dari Amerika Serikat. Tetua Kuda Meydan City berasal dari kuda pacu jenis Thoroughbred.
Kuda Meydan City laris terjual pada lelang tahun 2006. Kuda Meydan City melanjutkan tren penjualan yang sangat mahal dan mengecewakan para penggemar balap kuda. Kuda Meydan City telah meraih grand total $ 1.360 dalam karirnya.

6. Kuda Seattle Dancer: $ 13,1 juta

(www.geehorse.com)

Kuda Seattle Dancer merupakan anak dari pejantan Nijinsky dan betina My Charmer. Pejantan Nijinsky berasal dari Kanada dan betina My Charmer berasal dari Amerika Serikat. Kedua tetua kuda Seattle Dancer berasal dari jenis Thoroughbred.
Kuda Seattle Dancer tercatat memenangi dua balapan. Penghasilan kuda ini selama balapan adalah senilai $ 181.808. Kuda jenis ini sangat menguntungkan digunakan untuk operasional peternakan ekstensif.

5. Kuda Palloubet d’Halong: $ 15 juta

(www.horsecollaborative.com)

Kuda Palloubet d’Halong dianggap sebagai salah satu kuda terbaik dalam show jumping di dunia. Kuda Palloubet d’Halong laris terjual dengan harga $ 15 juta kepada Jan Tops. Kuda Palloubet d’Halong berasal dari pejantan Baloubet du Rouet dan betina Indra Love. Kedua tetua kuda ini berasal dari Perancis.

4. Kuda Green Monkey: $ 16 juta

(www.horsecollaborative.com)

Kuda Green Monkey adalah keturunan lain dari Dancer Utara legendaris. Kendati berasal dari keturunan terbaik, karir Kuda Green Monkey tidak bertahan lama. Kuda ini hanya bersaing dalam tiga balapan dan mencapai finish dalam tiga besar perlombaan meski diunggulkan untuk menang. Sejak pensiun, Kuda Green Monkey tinggal di Florida dan digunakan sebagai pejantan dengan biaya sebesar $ 5.000. Kuda Green Monkey merupakan keturunan dari Thoroughbred. Tetua kuda ini adalah pejantan Forestry dan betina Magical Masquerade yang merupakan jenis Thoroughbred.

3. Kuda Totilas: $ 21 juta

(www.superiorequinesires.com)

Kuda Totilas merupakan kuda dari jenis Dressage yang paling menonjol di dunia. Kuda Kuda Totilas berasal dari Belanda. Kuda ini telah memecahkan rekor yang tak terhitung jumlahnya. Pada suatu waktu Totilas dan pengendara Edward Gal dianggap "bintang rock dalam dunia pacuan kuda”. Kuda Totilas terjual pada tahun 2011 dengan harga $ 21 juta oleh seorang pembeli berkebangsaan Jerman.

2. Kuda Shareef Dancer: $ 40 juta

(sporthorse-data.com)

Kuda Shareef Dancer termasuk jenis kuda pacu yang sangat baik. Pada puncak prestasinya, kuda Shareef Dancer terjual dengan nilai fantastis sebesar $ 40 juta. Pembelian dilakukan oleh Emir Dubai pada tahun 1983. Kuda Shareef Dancer berasal dari pejantan Northern Dancer dan betina Sweet Alliance.
Kedua tetua ini berasal dari kuda pacu jenis Thoroughbred. Karir kuda Shareef Dancer terbilang sukses sehingga mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan dan peternakan kudanya.

1. Kuda Fusaichi Pegasus: $ 60 juta

(fhotd64476.yuku.com)

Kuda pacu yang tercatat paling mahal adalah kuda Fusaichi Pegasus. Kuda pacu ini memenangkan Kentucky Derby yang diselenggarakan tahun 2000. Kuda Fusaichi Pegasus memenangkan $ 1.994.400 selama karirnya. Setelah pensiun dari balap, Kuda Fusaichi Pegasus adalah kuda pembibitan yang paling banyak dicari setelah kuda Shareef Dancer.

Kuda Fusaichi Pegasus menjadi yang paling mahal pada tahun 2000 ketika dibeli pada tahun dengan harga $ 60 juta. Kuda Fusaichi Pegasus berasal dari pejantan Prospector dan betina Angel Fever. Kedua tetua ini berasal dari kuda pacu jenis Thoroughbred.

21 Agustus 2016

Pakan Ternak Kuda

Pakan yang baik bagi ternak adalah pakan yang menyediakan nutrisi sesuai yang dibutuhkan ternak. Kebutuhan nutrisi kuda meliputi energi, protein, mineral, vitamin, dan air. Bahan pakan yang akan diberikan pada kuda perlu diketahui kandungan nutrisinya.

Kebutuhan energi pada kuda dipenuhi dari karbohidrat dan lemak. Pakan sumber karbohidrat bagi kuda berupa biji-bijian dan hijauan. Lemak dalam tubuh hewan dibutuhkan sebagai sumber energi dan pembawa vitamin. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan akan energi yaitu bobot tubuh, suhu lingkungan, dan komposisi tubuh.

Pakan hijauan rumput
(mynewblogcampur2.blogspot.com)

Protein berperan penting bagi pertumbuhan ternak. Fungsi protein adalah mengganti sel-sel yang rusak, menjaga kinerja jaringan tubuh, meningkatkan produksi dan reproduksi.

Mineral dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit atau mikro. Kuda mendapat mineral penting dari padang rumput dan pakan biji-bijian. Mineral makro yang dibutuhkan kuda yaitu Kalsium, Fosfor, Potasium, Sodium, Klorida, Magnesium, Sulfur. Sedangkan mineral mikro yaitu Kobalt, Fluorin, Iodin, Besi, Mangan, Selenium, dan Seng.

Kebutuhan akan vitamin pada kuda dipengaruhi oleh umur, tujuan pemeliharaan, kondisi tubuh, intensitas aktivitas. Vitamin dibedakan atas vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K)) dan vitamin yang larut dalam air (B1, B2, B6, B12, C).

Komposisi air di dalam tubuh ternak sekitar 60 %. Kebutuhan air pada kuda bergantung pada cuaca, aktivitas, umur dan jenis bahan pakan. Konsumsi air minum kuda yakni 40 sampai 45 liter per hari. Pakan yang sedikit kandungan airnya sering menyebabkan gangguan pada saat pencernaan. Fungsi air minum yaitu sebagai pelarut, pelumas di dalam pencernaan, transportasi hasil metabolisme ke seluruh bagian tubuh dan pembuangan bahan-bahan yang tidak berguna.

Pakan yang paling cocok untuk kuda yaitu biji-bijian dengan tambahan hijauan. Pakan konsentrat kuda berupa biji-bijian dan hasil olahan biji-bijian dengan kadar serat kasar yang relatif rendah dan daya cerna tinggi. Bahan pakan konsentrat seperti biji gandum (oat), jagung, dedak padi, tetes/molases, tepung kacang-kacangan dan biji-bijian lain. Jumlah pemberian hijauan pakan pada kuda rata-rata 20 sampai 25 kg per ekor per hari. Pakan konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari.

Suplemen dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kuda. Suplemen diperlukan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi. Suplemen pakan disesuaikan dengan aktivitas kuda. Kebutuhan pakan suplemen bagi kuda pacu berbeda dengan kebutuhan untuk kuda poni atau kuda beban.

Hijauan rumput merupakan hijauan pakan yang utama bagi kuda. Rumput lapangan tersedia dalam jumlah yang relatif banyak sesuai dengan luas padang. Rumput lapangan memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah dari rumput budidaya. Kualitas rumput ditentukan oleh jenis rumput dan umur panen rumput.

Rumput yang dipotong pada umur tua memiliki kandungan serat kasar yang tinggi sehingga sulit dicerna. Selain itu, kandungan protein tersedia dalam jumlah rendah. Pemotongan rumput pada umur terlalu muda juga kurang efisien sebab kandungan nutrisinya belum tersedia optimal. Panen rumput sebaiknya dilakukan sesuai umur panen yang tepat pada setiap jenis rumput. Jenis-jenis hijauan pakan yang bisa diberikan pada kuda yaitu rumput bulu, gulma, rumput malela, rumput gigirinting, rumput karpet, rumput tatambagaan, rumput paparean, alang-alang dan daun bambu.

Pakan konsentrat kuda yang sudah jadi dan tersedia di toko biasanya berbentuk pellet. Pakan berbentuk pellet sangat mudah dalam penggunaannya dan lebih ekonomis. Pellet lebih mudah dikunyah terutama bagi kuda yang memiliki gigi kurang bagus atau kuda yang memiliki sifat sensitif terhadap penyakit pernafasan. Pellet tidak menimbulkan debu tetapi pelet mempunyai sedikit sifat pengenyang (bulky) sehingga terlihat kuda sering menggigit tembok atau pintu karena menginginkan pakan rumput.

15 Agustus 2016

Gambaran Umum Ternak Kuda

Kuda termasuk ternak berlambung tunggal (monogastrik). Dengan lambung yang tunggal, kemampuan konsumsi pakan hijauan tidak sebanyak pada sapi dan kambing. Kuda awalnya lebih banyak digunakan sebagai hewan tunggangan. Kendati demikian, konsumsi daging dan susu kuda sudah lazim dilakukan saat itu.

Sebagai hewan tunggangan, kuda tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk olahraga, rekreasi, kuda beban dan sebagai hewan kesayangan. Oleh karena perannya yang multiguna, kuda mulai banyak dipelihara masyarakat secara intensif.

Ternak kuda
(mungkacity.blogspot.com)

Beberapa waktu belakangan, para peternak kuda mulai mengembangkan kuda pacu yang merupakan persilangan dari Thoroughbreed dengan kuda lokal. Umur penggunaan kuda sebagai kuda pacu juga terbatas sehingga banyak kuda betina yang dijadikan induk setelah kuda tidak lagi digunakan. Dengan demikian induk kuda tersedia dalam jumlah yang cukup untuk pengembangan kuda secara intensif.

Kuda yang ada di Indonesia diduga berasal dari India. Kuda-kuda ini dibawa oleh orang-orang Hindu pada awal tahun Masehi. Kuda-kuda ini juga dibawa oleh orang-orang Tionghoa dan orang-orang Islam dari India setelah masuknya orang Hindu. Pemeliharaan kuda pada awalnya bertujuan sebagai ternak tunggangan. Tetapi kuda juga sering dipotong untuk diambil dagingnya.

Perkembangan kuda di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh kebudayaan. Kuda yang digunakan sebagai kuda pacu dalam berbagai perlombaan memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Kuda pacu memiliki sifat tangkas, cerdas, patuh, setia dan kecepatan pacunya tinggi. Hal ini didukung dengan postur tubuhnya yang kuat dan berotot. Dalam pemeliharaan kuda pacu, diperlukan perlakuan-perlakuan tambahan untuk menunjang penampilan dan kemampuannya sebagai kuda pacu.

Jumlah populasi kuda di Indonesia tercatat terus mengalami penurunan. Apalagi konsumsi daging kuda hanya oleh kelompok masyarakat adat dalam melakukan kegiatan-kegiatan budaya. Penurunan populasi kuda disebabkan oleh infeksi penyakit. Pemeliharaan kuda secara ekstensif tidak membutuhkan sehingga pengawasan dari peternak. Akibatnya kuda sangat mudah terserang penyakit.

Kuda memiliki lambung tunggal sehingga tidak bisa mengkonsumsi pakan hijauan dalam jumlah banyak. Kuda bisa mengkonsumsi rumput kering atau jerami. Hanya saja pakan jerami kering tidak cukup mengandung nutrisi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Pakan konsentrat dan biji-bijian sangat tepat diberikan pada kuda.

Peningkatan populasi kuda bisa dilakukan dengan meningkatkan produksi hijauan pakan dan mengatur reproduksi kuda secara efisien. Penyediaan hijauan pakan bisa dengan menyiapkan lahan yang ditanami dengan hijauan dan atau melakukan manajemen padang penggembalaan. Manajemen padang penggembalaan dilakukan dengan penggembalaan bergilir agar tidak terjadi over grazing.

Manajemen reproduksi yang tepat akan mendorong peningkatan populasi secara signifikan. Memelihara kuda yang produktivitasnya tinggi lebih menguntungkan dibanding memelihara kuda yang tidak produktif. Pada peternakan kuda komersial dan maju, kesalahan dalam manajemen reproduksi bisa berdampak kerugian yang besar. Hal ini karena kuda termasuk hewan besar dengan umur reproduksi yang panjang dan lama.

Pengelolaan reproduksi dilakukan dengan melihat umur dewasa kelamin, masa perkawinan, kelahiran, umur penyapihan, dan perkawinan berikutnya. Efisiensi reproduksi bisa diukur dengan mengetahui jarak kelahiran, umur pertama kali bunting dan jumlah anak per kelahiran. Semakin tinggi efisiensi reproduksi, semakin produktif kuda tersebut.

13 Agustus 2016

Manajemen Reproduksi Kuda

Dewasa kelamin (pubertas) kuda tercapai pada umur 15-18 bulan. Umur pubertas dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan, pakan dan genetik. Fakor lain yang berpengaruh yaitu bangsa, umur dan bobot tubuh.

Perkawinan akan berhasil bila dilakukan saat birahi. Siklus birahi pada kuda betina terjadi tiap 21 hari. Tanda-tanda birahi pada kuda betina yaitu daerah sekitar vulva memerah, bengkak dan hangat bila diraba, keluar lendir kental, mengeluarkan suara aneh.

Kasus birahi tenang bisa terjadi pada kuda betina. Pada kasus birahi tenang, ovulasi yang terjadi pada ovarium, tidak disertai tanda birahi yang jelas. Dalam kasus biarahi tenang, kuda betina dibawa ke lapangan dan dilepaskan bersama kuda jantan. Dengan demikian bisa terjadi perkawinan.

Perkawinan kuda
(gudanglagu.online)

Kuda yang hendak dikawinkan sebaiknya diberi perlakuan khusus 3 bulan sebelum dikawinkan. Pemberian pakan yang berkualitas diharapkan bisa menyiapkan fisik kuda menjelang kebuntingan dan atau perkawinan. Perkawinan dilakukan 2 hari setelah muncul gejala birahi dan diulang sekali lagi pada 2 hari berikut.

Kuda betina pacu yang akan dijadikan induk terlebih dahulu diistirahatkan selama 6 bulan sebelum dikawinkan. Kuda betina dara sebaiknya dikawinkan pada umur 2-3 tahun. Saat mana dewasa tubuh telah tercapai. Sedangkan kuda jantan bisa digunakan untuk mengawini betina setelah umur 2 tahun.

Estrus Post Partum (EPP) adalah birahi pertama yang muncul setelah induk beranak. Masa EPP pada kuda betina terbilang cepat yakni saat 5-10 hari pasca partus. Rata-rata EPP terjadi pada hari ke-9. Padahal umumnya pada banyak ternak, EPP terjadi pada hari ke 14 atau 2 minggu setelah beranak.

Kendati EPP terjadi pada minggu pertama setelah beranak, induk kuda sebaiknya dikawinkan lagi pada waktu 40-60 hari setelah beranak atau 2 bulan. Pertimbangannya adalah uterus membutuhkan waktu selama 40 hari untuk kembali ke posisi normal pasca beranak. Perkawinan pada waktu 2 bulan pasca beranak bisa diperoleh persentase kebuntingan hingga 80 %.

Guna merangsang birahi kuda betina dalam waktu yang cepat, manajemen penggembalaan perlu diatur. Disarankan untuk menempatkan kuda pejantan di tengah kelompok kuda betina saat berada digembalakan. Ratio pejantan dengan betina yang disarankan adalah 1 : 20.

Fertilitas induk mencapai puncak tertinggi pada 2 hari sebelum birahi atau estrus. Perkawinan bisa dilakukan pada hari pertama birahi khusus bagi induk dengan masa birahi pendek yakni 1-3 hari. Induk dengan lama birahi 5-10 hari baiknya dikawinkan pada hari ke-2 dan diulang pada hari ke-4 setelah gejala birahi tampak. Induk kuda yang memiliki masa birahi pendek bisa dikawinkan sepanjang waktu.

Perkawinan kuda bisa secara alamiah dan secara buatan lewat Inseminasi Buatan (IB). IB dilakukan dengan semen yang diperoleh dari pejantan pilihan. Pejantan penghasil semen dipelihara khusus dengan pemberian pakan yang berkualitas, latihan fisik, dan tidak sering dipekerjakan. Penampungan semen dilakukan saat umur kuda mencapai 2 tahun.

Penampungan dilakukan menggunakan vagina buatan. Semen tertampung kemudian diencerkan, dibekukan lalu disimpan. Perlakuan pada semen beku kuda dilakukan sesuai prosedur IB pada sapi.

Masa bunting kuda terjadi antara 335-340 hari atau kurang lebih 11 bulan. Gejala yang ditunjukkan induk bunting yaitu perut nampak membesar, rambut tubuh mengilap, pergerakan lambat, gelisah. Pengamatan juga dilakukan 21 hari pasca perkawinan. Bila tidak terjadi birahi, kemungkinan terjadi kebuntingan.

Manajemen Pemeliharaan Kuda

Manajemen pemeliharaan ternak memiliki peran paling penting dalam keberhasilan usaha peternakan. Manajemen pemeliharaan meliputi manajemen pakan, kesehatan, perkandangan dan reproduksi. Pengelolaan reproduksi kuda dengan baik dan tepat bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Penggembalaan kuda
(ditjennak.pertanian.go.id)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan merupakan bagian penting dari pemeliharaan meliputi; perkandangan, manajemen pakan, perawatan kuda (grooming) dan manajemen kesehatan.

1. Perkandangan
Kandang kuda yang banyak digunakan adalah jenis single stall. Lokasi untuk latihan atau exercise sebaiknya disediakan di sekitar kandang. Bahan-bahan untuk pembuatan kandang kuda diusahakan dari bahan yang sederhana, mudah diperoleh, tersedia dalam jumlah banyak dan murah. Bahan harus memiliki kualitas yang baik dan kuat.

Pembuatan kandang kuda di daerah tropis perlu memperhatikan keberadaan ventilasi. Ventilasi yang baik menjamin sirkualsi udara berlangsung secara lancar. Bentuk ventilasi yang baik berbentuk puncak pada atap. Sedangkan ventilasi atau jendela kandang diupayakan sama tinggi atau sejajar dengan kepala kuda.

Atap kandang berfungsi melindungi kuda dari terpaan panas matahari secara langsung, hujan, dan suhu udara yang dingin saat malam hari. semakin tinggi atap kandang akan semakin baik bagi kuda. Hal ini karena sirkulasi udara semakin lancar. Akan tetapi secara ekonomis kurang menguntungkan sebab biaya bangunan akan bertambah.

Atap kandang dibuat dengan kemiringan antara 30 sampai 45°. Bahan atap kandang sebaiknya dipilih yang memiliki kemampuan memantulkan radiasi dari sinar matahari. Sirkulasi udara yang baik yang baik sangat menunjang kesehatan kuda dan menghindari kuda dari penyakit pernafasan.

Ketersediaan air minum pada tiap kandang harus diperhatikan. Terutama bagi induk kuda yang sedang menyusui. Kekurangan konsumsi air pada induk menyusui menyebabkan penurunan produksi air susu. Saluran pembuangan feses atau drainase harus tersedia di kandang. Selain itu, terdapat fasilitas penerangan dan kipas angin.

Lantai kandang kuda selalu diberi alas rumput-rumput kering atau jerami dan serbuk gergaji. Alas kandang diusahakan selalu terjaga kebersihannya dan dalam kondisi kering. Tujuan pemberian alas kandang yaitu melindungi kuda ketika beristirahat, memberi kehangatan, memberi rasa nyaman dan melindungi kaki kuda dari lantai kandang yang keras.

Alas lantai kandang diupayakan tidak licin dan atau kasar yang bisa menimbulkan lecet dan luka luka pada kaki kuda. Alas kandang harus selalu kering agar tidak menjadi sumber penyakit. Fasilitas pelengkap atau pendukung untuk peternakan kuda yaitu dilengkapi dengan gudang peralatan, gudang pakan, dan kandang perawatan, kandang isolasi dan tempat penampungan dan pengolahan limbah.

2. Manajemen Pakan
Kuda tidak termasuk ternak ruminansia atau memamahbiak. Kendati demikian, kuda memiliki caecum yang besar dengan kandungan mikroorganisme yang bisa mencerna pakan berserat. Oleh karenanya kuda bisa memanfaatkan hijauan dan jerami sebagai pakan dengan bantuan mikroorganisme.

Kebutuhan pakan kuda vervariasi sesuai aktivitas dan peruntukkan kuda tersebut. Induk kuda yang sedang menyusui anak atau laktasi membutuhkan protein dalam jumlah tinggi. Kebutuhan gizi bagi kuda muda yang dalam pertumbuhan lebih tinggi dari kuda dewasa. Kuda diistirahatkan membutuhkan energi dari pakan yang lebih sedikit.

Pakan utama kuda adalah hijauan rumput. Jenis-jenis rumput yang sering diberikan pada kuda seperti Panicum maximum dan Brachiaria mutica dan beberapa jenis rumput lain. pemberian hijauan rumput cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok kuda. Akan tetapi, bagi kuda pacu perlu diberi pakan tambahan berupa konsentrat dan penyuntikan vitamin. Hijauan pakan pada kuda bisa diberikan dalam bentuk dan dalam bentuk kering (hay).

Pakan konsentrat adalah pakan tambahan yang kaya akan kandungan energi dan atau kandungan protein. Bahan-bahan konsentrat suber energi yaitu gandum, jagung, produk tepung, sorgum, dedak padi, bekatul. Selain itu bisa juga gula bit, tetes atau molasses, rumput kering, kacang-kacangan seperti bungkil kedelai dan bungkil kacang tanah, jerami kacang tanah.

NRC (1989) menetapkan pakan konsentrat berupa biji-bijian sebagai pakan utama sumber energi bagi kuda. Komposisi air di dalam tubuh kuda mencapai 70 % sehingga ketersediaan air perlu dijamin.

Kandungan nutrisi pada hijauan pakan kuda dipengaruhi oleh jenis hijauan, kesuburan tanah, suhu lingkungan, kelembaban, dan umur panen. Hijauan yang mengandung racun atau toksin dalam jumlah tinggi sebaiknya tidak diberikan.

Secara umum, pakan kuda dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu;
a. Pakan biji-bijian sebagai sumber energi pada konsentrat. Contohnya biji gandum (oat), barley dan jagung.
b. Pakan sumber protein. Sumber protein hewani seperti tepung tulang, tepung susu. Sumber protein nabati seperti; kedelai dan kacang-kacangan.
c. Pakan intermediate seperti jerami kering, umbi-umbian dan tepung rumput.
d. Pakan hijauan seperti rumput, hay, haylage dan silase.

Pemberian pakan pemeliharaan yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok. Jumlah pemberian pakan bergantung pada umur, jenis kuda, tipe kuda, dan aktivitas rutin atau peruntukan kuda. Pemberian pakan dilakukan 3 kali dalam sehari. Jika pakan tersebut dihabiskan maka pemberian selanjutnya harus ditingkatkan frekuensi pemberiannya. Sebaliknya bila tidak dihabiskaan maka frekuensi pemberian dikurangi atau pengurangan jumlah pemberian.

Kuda pacu mulai dilatih pada umur 3 tahun. Pemberian pakan pada kuda pacu disesuaikan dengan intensitas latihannya. Pakan konsentrat ditambah jumlahnya bila intensitas latihannya meningkat.

Berdasarkan umur, ternak kuda dibagi menjadi empat kelompok, yakni umur 1-6 bulan, 6-12 bulan, 12-24 bulan, dan lebih dari 24 bulan. Pakan khusus tidak diperlukan bagi kuda berumur 1-6 bulan. Hal ini karena anak kuda masih menyusu pada induk.

Kebutuhan pakan induk perlu diperhatikan jumlah maupun kualitasnya. Kebutuhan pakan induk menyusui dan induk bunting sebesar 3 kali lipat. Nutrisi utama dan harus diperoleh induk yaitu vitamin dan mineral. Pakan leguminose dan bungkil-bungkil berfungsi meningkatkan produksi air susu. Pemberian pakan dilakukan 2-3 kali dalam satu hari.

Pakan bagi induk kuda sedang laktasi sebaiknya mengandung protein sebanyak 17-18 %. Pemberian pakan biji-bijian yang disarankan bagi anak kuda yaitu 1 kg per ekor per hari. Vitamin dan mineral yang dibutuhkan ternak berasal dari pakan. Mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti Kalsium (Ca) dan Fosfor (P). Kebutuhan Ca lebih tinggi dari P. Kadar P yang lebih tinggi dari Ca menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi kuda. Mineral mikro yang dibutuhkan kuda bisa disediakan dalam bentuk mineral blok (balok) dan digantung sekitar kuda supaya dapat dijilat-jilat.

3. Perawatan Kuda
Perawatan kuda (grooming) merupakan upaya menjaga kebersihan tubuh kuda, merangsang sirkulasi darah, sirkulasi kelenjar getah bening dan membuat rambut tubuh mengilap karena minyak alami tubuh yang nampak ke permukaan tubuh. Grooming dilakukan dengan menyikat bagian atas tubuh, membersihkan noda pada tubuh, mencuci mata dan moncong serta keempat kaki.

Memandikan kuda bisa dilakukan pada waktu tertentu. Kuda yang telah dimandikan lalu dikeringkan dengan alat penyerap air. Kepala, badan dan kaki dikeringkan menggunakan handuk kering dan bersih. Kebersihan kuda penting dilakukan guna mengendalikan kuda dari infeksi mikroba patogen yang merugikan.

Kuda yang baru didatangkan dari luar daerah perlu diisolasi selama sebulan. Isolasi bertujuan mengontrol kesehatan kuda dan meminimalisir potensi penyebaran peyakit pada kawanan kuda yang ada di peternakan. Kuda yang terkena penyakit akan menunjukkan gejalanya saat diisolasi. Dengan demikian, pengobatan bisa dilakukan untuk menyembuhkan kuda yang terinfeksi.

4. Manajemen Kesehatan
Manajemen kesehatan kuda meliputi upaya pencegahan penyakit, pemberian obat cacing, dan perlakuan pertama pada kuda yang sakit. Dengan pengawasan yang cermat, peternak bisa mendiagnosa secara tepat penyakit yang menyerang kuda.

Pentingnya pengamatan yang rutin pada ternak yaitu mengetahui gejala kuda yang terserang penyakit. Gejala umum yang ditunjukkkan oleh ternak yang mengalami gangguan kesehatan yaitu menurunnya nafsu makan atau kehilangan nafsu makan sama sekali.

Tanda-tanda kuda dalam keadaan sehat yaitu rambut tubuh nampak halus, lembut dan mengilap, kulit cepat dan mudah kembali ke posisi semula bila dicubit atau dilipat. Kulit yang lambat kembali ke posisi semula menandakan ternak mengalami kekurangan air atau dehidrasi dan atau kekurangan lemak di bawah kulit (subkutan).

Inti dari upaya membebaskan ternak dari serangan penyakit adalah mengusahakan ternak selalu dalam kondisi sehat. Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan sanitasi kandang, vaksinasi secara berkala dan pemberian obat cacing.

Sanitasi dilakukan pada kandang, lingkungan sekitar kandang, peralatan peternakan dan kebersihan pakan. Lantai kandang diupayakan selalu kering dan bersih, sirkulasi udara berlangsung lancar.

Vaksinasi merupakan upaya mencegah serangan suatu penyakit menggunakan cara immunoprofilaktis guna mendapatkan kekebalan aktif akibat terbentuknya antibodi dalam tubuh. Vaksinasi dilakukan secara berkala untuk menghindari penyakit-penyakit tertentu yang bersifat menular.

Pemberian obat cacing sangat penting terutama bagi peternak yang menerapkan sistem pemeliharaan ekstensif. Pemberian obat cacing dilakukan secara teratur setiap 3 bulan sekali.

Manajemen Kesehatan Kuda

Manajemen kesehatan kuda meliputi beberapa hal yaitu sanitasi kandang dan peralatan peternakan, pencegahan penyakit pada ternak, vaksinasi, isolasi, pemberian obat cacing dan pengobatan kuda yang terserang penyakit.

a. Sanitasi
Sanitasi kandang dilakukan secara rutin tiap hari sekali pada pagi hari. sanitasi kandang meliputi pembersihan lantai kandang, dinding, pintu dan langit kandang. Pengangkutan feses dilakukan tiap pagi dan sore.

Sterilisasi kandang dilakukan secara berkala tiap 3 bulan. Untuk kandang kuda yang beralaskan jerami atau rumput kering, alas kandang dikeluarkan untuk dijemur dan dimasukkan kembali.

Grooming
(pixabay.com)

Feses yang terdapat pada alas kandang dikkeluarkan untuk dikumpul pada tempat penampungan. Tempat pakan dan minum dibersihkan sesering mungkin sesuai frekuensi pemberian pakan. Pembersihan dilakukan dengan pencucian dan pengeringan tempat pakan.

b. Pencegahan penyakit
Upaya penecgahan meliputi beberapa langkah penting yaitu;
Pemeriksaan rutin; pemeriksaan rutin (grooming) pada kuda dilakukan minimal 3 kali dalam sehari. Pemeriksaan rutin dilakukan saat dikeluarkan dari kandang, saat diumbar dan saat dimasukkan kembali ke kandang. Pemeriksaan suhu anak kuda dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Pemeriksaan kuku; dilakukan untuk mencegah penularan penyakit lewat kuku akibat kotor. Pemeriksaan kuku kuda minimal dilakukan sebulan sekali. Pemeriksaan kuku diakhiri dengan memotong kuku yang panjang dan membersihkan kotoran yang menempel pada sela-sela kuku.

Penanganan tali pusar; tali pusar pada anak kuda yang dipotong saat kelahiran akan meninggalkan luka. Tali pusar merupakan bagian dari tubuh. Kebersihan tali pusar yang tidak optimal bisa menjadi tempat infeksi bibit penyakit. Perawatan tali pusar dilakukan dengan mengoleskan yodium tincture 10 % pada bekas luka.

c. Vaksinasi
Vaksinasi; upaya membangun kekebalan tubuh kuda terhadap penyakit tertentu yang berbahaya. Vaksinasi yang harus dilakukan pada anak kuda yaitu vaksin Equivac-T atau Tetanus Toxoid (TT) untuk mencegah penyakit Tetanus. Vaksinasi ini diberikan pada akan kuda umur 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan. Vaksinasi ulang dilakukan pada umur 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, dan diulangi tiap 2 tahun. Sedangkan vaksinasi pada induk bunting dilakukan pada umur kebuntingan 10 bulan. Tujuannya memberi kekebalan tubuh pada anak kuda yang akan dilahirkan.

d. Pemberian obat cacing
Dilakukan secara berkala setiap 3 bulan. Pemberian obat cacing dimulai dari anak kuda berumur 3 bulan. Pemberian dilakukan per oral (lewat mulut/dicekok). Obat cacing yang bisa diberikan pada anak kuda adalah Ivermectin. Dosisi pemberian yang dianjurkan yaitu 170 mg per 100 kg bobot badan.

Obat cacing yang diberikan pada kuda dewasa yaitu Rintal 10 % atau Panacur. Dosis pemberian Rintal yaitu 600 mg per 100 kg bobot tubuh. Jenis obat cacing Rintal berbentuk bubuk sehingga bisa ditambahkan ke dalam pakan yang berbentuk tepung atau pelet. Sedangkan dosis Panacur yaitu 30 ml per ekor.

e. Isolasi
Isolasi atau karantina dilakukan pada kuda yang sakit akibat infeksi penyakit tertentu. Isolasi bertujuan mencegah penularan penyakit kepada kuda yang sehat dan memudahkan dalam penanganan secara khusus. Karantina juga dikenakan pada kuda baru yang berasal dari luar daerah.

f. Pengobatan
Daya tahan tubuh atau sistem imun pada anak kuda lebih lemah dari kuda dewasa. Kesehatan anak kuda pra-sapih sangat mempengaruhi populasi dan produk kuda di Indonesia. Penyakit yang sering menyerang anak kuda pra-sapih atau di bawah 6 bulan yaitu kolik, diare, batuk dan pilek, cacingan, pincang dan sakit mata.

Gangguan kesehatan berupa kolik bisa diatasi dengan membawa anak kuda berjalan-jalan di sekitar kandang atau padang penggembalaan. Penanganan terhadap anak kuda yitu mengeluarkan feses dari rektum lalu diberi analgesik. Pengobatan bisa menggunakan Nufamag yang diberi peroral dengan dosis 65 ml.

Pengobatan kolik keracunan dan diare menggunakan obat jenis anti flatulent seperti Mylanta. Pada kasus kolik yang parah, penanganan bisa dilakukan dengan memasukkan air, garam dan minyak sayur langsung ke lambung kuda melalui selang yang dimasukkan dari hidung sampai ke lambung.

Perlakuan lain yang bisa dilakukan yaitu mempuasakan ternak kuda, memberi pakan rumput-rumput atau jerami kering, menambah bikarbonat pada air minum dan mengistirahatkan kuda.

Diare disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur. Faktor anatomis yang bisa menyebabkan diare yaitu sifat sensitif, dan ketidakseimbangan hormon tubuh. Penyebab mekanis yaitu tahap anak kuda belajar makan, pemberian pakan yang berjamur. Pengobatan diare dilakukan dengan pemberian Norit 20 biji dan antibiotik seperti Amoxcillin. Pengobatan dilakukan secara injeksi Intra Muscular atau penyuntikan pada otot.

Jenis-Jenis Kuda Di Indonesia

Kuda termasuk hewan yang telah mengalami domestikasi atau penjinakan. Penjinakan kuda berasal dari tiga jenis kuda liar yaitu kuda, keledai dan zebra. Kuda tidak termasuk hewan yang memamahbiak. Kendati demikian, kuda membutuhkan hijauan pakan sebagai salah satu jenis pakan yang dikonsumsi. Hanya saja konsumsi pakan berupa hijauan lebih sedikit dibanding ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.
Kuda Sandel dari Sumba
(bibit.ditjennak.pertanian.go.id)

Ciri-ciri umum yang tampak dari penampilan kuda yaitu kepala berbentuk bulat agak memanjang, bentuk perototan sangat padat, tulang dan otot pada kaki dan paha nampak menonjol, rambut ekor berwarna hitam dan terkadang campuran. Secara kuantitatif, bobot rata-rata kuda dewasa berkisar antara 380 sampai 1000 kg dan tinggi kuda dewasa mencapai 1,4 hingga 1,8 m. Kecepatan lari kuda bisa mencapai 48 km per jam. Kuda termasuk hewan berumur panjang. Umur kuda bisa mencapai 30 tahun dan periode gestrasi 11-12 bulan.

Berdasarkan ukuran tubuh, postur dan kegunaannya, kuda dibagi ke dalam tiga tipe. Tipe-tipe kuda berdasarkan postur, ukuran dan kegunaannya yaitu;
a. Kuda tipe ringan
Kuda yang termasuk dalam tipe ini memiliki tinggi 1,45 sampai 1,70 m, bobot tubuh berkisar antara 450 hingga 700 kg. Ciri-ciri kuda tipe ringan antara lain ukuran tulang kecil, kaki nampak tipis. Sifat kuda ringan yakni bersemangat, aktif dan gesit.
Oleh karena memiliki kelincahan ditunjang dengan bobot yang cenderung ringan, kuda tipe ini seringkali dimanfaatkan sebagai kuda tunggang, kuda pacu dan kuda tarik.

b. Kuda tipe berat
Kuda tipe berat memiliki tinggi yang relatif sama dengan kuda ringan yakni berkisar antara 1,45 sampai 1,75 m. Bobot tubuh kuda mencapai lebih dari 700 kg. Gerakan kuda tipe ini cenderung lambat karena bobot badan yang besar dan berat.

c. Kuda poni
Tinggi kuda poni kurang dari 1,45 m dan bobot tubuhnya berkisar antara 250 kg sampai 450 kg. Beberapa kuda poni termasuk keturunan dari kuda tipe ringan. Sifat kuda poni adalah lincah, ramah dan jinak.

Penyebaran kuda di Indonesia sudah berlangsung dalam waktu yang lama. Belum ada catatan yang lengkap mengenai penyebaran kuda-kuda tersebut. Jenis-jenis kuda di Indonesia ada beberapa jenis diantaranya yaitu;
1. Kuda Sandel
Kuda Sandel berasal dari Pulau Sumba. Kuda Sandel sering juga disebut kuda Sumba. Kuda Sumba merupakan salah satu kuda terbaik di Indonesia. Ciri-ciri kuda Sandel yaitu; bentuk tubuh serasi dan cenderung kecil, ukuran kepala kecil, rambut tubuh lembut dan mengilap, semangat dan agresif, bagian tubuh depan lebih besar dari bagian belakang, ekor tampak tinggi, memiliki beberapa warna, kuku pada keempat kaki kuat dan keras. Tinggi kuda Sandel mencapai 1,3 m dan kecepatan larinya tinggi.

2. Kuda Sumbawa
Banyak tersebar di Pulau Sumbawa, NTB. Kuda Sumbawa terbagi menjadi dua ras yaitu Kuda Sumbawa dan Kuda Bima. Postur tubuh kuda Bima lebih pendek rendah dari Kuda Sumbawa. Tinggi kuda Sumbawa berkisar antara 1,0 sampai 1,25 m. Sifat khas kuda Sumbawa adalah sabar. Kuda Sumbawa termasuk tipe kuda beban atau tipe kerja.

3. Kuda Sawu
Kuda sawu terdapat di Pulau Sawu. Kuda Sawu termasuk kuda yang dimanfaatkan tenaganya untuk menarik beban.

4. Kuda Timor
Kuda Timor penyebarannya banyak di Pulau Timor. Ciri-ciri kuda Timor antara lain tubuh berbentuk lurus, punggung nampak lurus, ukuran leher pendek, bahu, tengkuk dan ekor agak tinggi. Warna rambut pada tubuh kuda Timor bervariasi. Tinggi kuda Timor sekitar 1,3 m dan sering digunakan sebagai kuda tarik.

5. Kuda Flores
Kuda Flores banyak tersebar di pulau Flores. Kuda Flores terbagi menjadi dua jenis berdasarkan daerah sebaran yaitu Kuda Manggarai dan Kuda Ngada. Ciri umum kuda Flores yaitu warna kulit coklat kemerahan. Kuda Flores sering dimanfaatkan sebagai kuda tarik.

6. Kuda Sulawesi
Kuda Sulawesi dibagi menjadi dua yaitu kuda Bone dan kuda Mahar. Ciri kuda Sulawesi antara lain ketahanan tubuh tinggi, keempat kaki kokoh dan kuat, tempramennya stabil.

7. Kuda Jawa
Sebarannya banyak di daerah Jawa. Ciri-ciri kuda Jawa antara lain tahan terhadap panas, jinak atau ramah, kaki dan sendi-sendi tidak berkembang optimal, postur tubuh senderung kecil, kekuatan tubuh baik. Kuda Jawa sering dimanfaatkan tenaganya sebagai kuda penarik beban.

8. Kuda Aceh
Daerah sebaran kuda Aceh adalah di sekitar danau Toba. Karena itu, kuda Aceh sering disebut kuda Batak. Ciri-ciri kuda Aceh antara lain memiliki tinggi sekitar 1,32 m, rambut pada ekor dan tengkuk nampak bagus, posisi ekor tinggi, kaki belakang agak ramping, rump tinggi, ukuran punggung panjang dan sempit, kepala serasi, bentuk muka lurus, leher kelihatan lemah dan pendek.

Jenis-jenis kuda di Indonesia yang didatangkan dari luar negeri antara lain:
1. Kuda Arab
Kuda Arab berasal dari Arab Saudi. Kuda Arab banyak tersebar di Suriah dan Mesir. Ciri kuda Arab yaitu ukuran tubuh relatif pendek sekitar 1,6 m, bobot tubuh sekitar 500 kg. Kuda Arab memiliki kemampuan berlari yang cepat. Karena itu kuda Arab sering digunakan sebagai kuda pacu.

Kuda Arab
(www.agrobisnisinfo.com)

2. Kuda Thoroughbred
Kuda Thoroughbred merupakan kuda keturunan kuda Arab. Pengembangan kuda ini dilakukan di Inggris. Ciri kuda Thoroughbred antara lain warna rambut dan kulit bervariasi, aktif dan bersemangat, kaki dan muka berwarna putih. Secara kuuantitatif, tinggi kuda ini mencapai 1,7 m dan bobot tubuh sekitar 500 kg. Kuda Thoroughbred sering digunakan sebagai kuda pacu.

3. Kuda Australia
Kuda Australia merupakan keturunan dari kuda Thoroughbreed yang menyebar sampai ke Amerika. Di Australia terdapat berbagai jenis kuda yang berasal dari Inggris seperti kuda Suffolk dan kuda Shire dan kuda Clydesdale untuk menarik menarik beban berat, Kuda Inggris untuk pacuan, dan kuda Hackney untuk menarik beban yang ringan.

4. Kuda Percheron
Banyak tersebar di Perancis dan termasuk kuda yang dimanfaatkan untuk menarik beban.

5. Kuda Belgia
Tersebar di Belgia dan sering dimanfaatkan tenaganya untuk menarik beban.

Memilih Kuda Bibit

Pemilihan bibit kuda biasa dilakukan menggunakan tiga metode seleksi. Metode-metode yang sering digunakan yaitu penelusuran silsilah tetua calon bibit, penampilan tubuh atau performans dan pengamatan langsung untuk menilai kondisi tubuh dan pemeriksaan kesehatan kuda. Bangsa kuda yang paling populer untuk kuda pacu yaitu Quarter Horse dan Thoroughbred.

Pemilihan bibit kuda yang baik biasa didasarkan pada penampilan atau konformasi tubuh. Bagian tubuh terpenting yang mendukung penampilan kuda yaitu bentuk atau proporsi tubuh dan kekuatan kaki. Penampilan ini bisa diperoleh bukan saja dari faktor genetik atau keturunan melainkan juga dari latihan dan manajemen pemeliharaan yang baik.

Kuda bibit

Faktor-faktor yang bukan berasal dari genetik kuda yang memiliki pengaruh terhadap penampilan kuda yaitu jenis kelamin, kondisi tubuh, manajemen pemeliharaan kuda, serta perawatan anak kuda. Bila faktor ini diterapkan dengan baik di dalam manajemen pemeliharaan disertai dukungan faktor genetik, kuda yang dihasilkan akan sangat potensial dan berkualitas.

Anak kuda yang unggul dihasilkan dari tetua yang unggul. Baik itu dari induk maupun pejantan unggul. Kendati bergantung dari kedua tetuanya, kuda pejantan cenderung memiliki peran yang lebih menentukan penampilan anak kuda. Kuda pejantan yang berkualitas akan menghasilkan keturunan yang unggul. Akan tetapi hal tersebut di atas dipengaruhi oleh kondisi pejantan atau induknya.

Dalam memilih bibit kuda induk, syarat-syarat yang perlu diperhatikan yaitu sehat, posisi tubuh tegap, bentuk tubuh panjang dan lebar. Kuda betina sebaiknya memiliki sifat keindukan tinggi dan produksi susu saat laktasi tinggi. Hal ini dimaksudkan agak anak kuda tidak mati karena lemah akibat kurang susu. Kuda betina berfungsi sebagai kuda induk.

Kuda yang akan digunakan sebagai kuda pejantan juga perlu diseleksi secara seksama. Seleksi yang baik akan menghasilkan calon pejantan yang baik dan berkualitas. Syarat-syarat pemilihan bibit kuda calon pejantan yaitu berasal dari tetua yang berkualitas, temperamen tenang, keinginan kawin atau libido tinggi, proporsi tubuh, organ reproduksi normal dan tidak ada kelainan, tidak menderita penyakit turunan dan tidak menderita kelainan kromosom. Guna memastikan calon pejantan memenuhi syarat-syarat di atas, bisa dilakukan pemeriksaan sampel sampel darah dan pemeriksaan kualitas sperma.

Penilaian terhadap konformasi tubuh calon kuda pejantan diantaranya didasarkan pada bentuk fisik yakni struktur tulang, keserasian antara tinggi, panjang, lebar dada, bentuk kepala telinga dan sebagainya. Calon kuda pejantan harus berasal dari tetua yang berkualitas. Hal ini karena sifat genetik atau turunan sebagai kuda pejantan diturunkan dari pejantan dan indukan yang unggul pula. Oleh karenanya, catatan silsilah calon kuda pejantan tersebut harus ada dan lengkap.